close
Processed with VSCOcam with b1 preset

Barasuara, salah satu penampil di Provoke in the Garage 18

Karya butuh diapresiasi. Provoke in the Garage merupakan ruang apresiasi tersebut. Garasi yang biasanya tempat untuk alat transportasi, kini disulap menjadi ajang untuk musisi memamerkan karyanya.

Gelaran ke-18 dari Provoke in the Garage berlangsung 27 Februari 2015 lalu di bilangan Panglima Polim. Menghadirkan band indie dengan musik yang segar seperti Feast, Ruang Rima, Barasuara dan Karnatra. Acara ini dibuka oleh kebisingan yang diciptakan oleh Feast. Band stoner rock asal Depok ini baru merilis single berjudul Camkan akhir tahun lalu. Selanjutnya adalah giliran band indie pop/dream pop Ruang Rima. Setelah Ruang Rima, Barasuara beraksi memanaskan garasi dengan racikan musik psychedelic, rock, folk, blues dan jazz dengan lirik berbahasa Indonesia. Sebagai penampil terakhir, Karnatra bertugas menyejukkan suasana dengan musik bernafaskan nuansa britpop/rock. Kolektif musik yang terbentuk tahun 2007 ini telah melahirkan mini album dan baru merilis album panjang pertama yang berjudul Api di Dalam.

Ruang apresiasi seperti inilah yang dibutuhkan musisi. Meski berlokasi di garasi yang bisa dibilang minimalis, di sini musisi bisa berbagi karya mereka dengan pendengarnya. Jarak panggung dan pendengar yang sempit membuat keduanya merasa lebih dekat, Tidak seperti di panggung besar di mana keduanya dipisahkan oleh jarak. Terima kasih Provoke untuk ruang apresiasi ini. Semoga berlanjut terus.

Tags : bandBarasuaraFeastindieJakartaKarnatramusikProvoke in the GarageRuang Rima
teraskata

The author teraskata

Leave a Reply

Be the First to Comment!

Notify of
avatar