close
AIMG_20150331_221825

Toko musik dan cafe. Sebuah paduan menarik yang diusung oleh TokoVe. Setelah tiga tahun berdiri di Jalan Kemang Selatan VIII, Maret ini TokoVe undur diri. TokoVe tak ingin undur diri begitu saja. Selama 11 hari, musisi-musisi indie ibukota bergiliran mengisi pesta undur diri TokoVe. Deretan musisi seperti Anda Perdana, Endah N Rhesa, Jirapah, Sentimental Moods, Matajiwa, Blotymama dan Barasuara turut memeriahkan. Kedua kelompok musik terakhir merupakan penutup yang luar biasa untuk pesta undur diri ini.

Hujan yang membasahi wilayah selatan tak menyurutkan siapapun yang sudah berniat bulat. Selasa malam yang dingin di penghujung Maret dihangatkan kembali oleh penampilan Blotymama. Sebuah kolektif dengan karakter vokal yang khas dan penampilan panggung yang atraktif. Blotymama meracik RnB, funk dan rock dalam album Blotytime yang baru saja dirilis medio Maret tahun ini. Semua lagu di album perdana Blotymama dibawakan untuk memeriahkan pesta undur diri TokoVe. Sebuah pilihan yang tepat meminta Teddy Adhitya (vokal), Rendi Raditya (bass), Adeavery (gitar), dan Rio (drum) untuk menghibur siapapun yang datang malam itu. Dengan seluruh lirik lagu berbahasa Inggris, Blotymama sekilas terdengar seperti bukan band dalam negeri. Jika kita memejamkan mata atau mendengarnya di radio, mungkin akan menerka mereka berasal dari negeri Paman Sam. Musikalitas yang matang, karakter vokal yang khas dan penampilan yang atraktif membuat Blotymama seperti band yang berpengalaman. Hal ini menjadikan Blotymama salah satu kolektif musik bermasa depan cerah.

Barasuara menutup pesta undur diri TokoVe dengan lirik lagu berbahasa ibu, Bahasa Indonesia. Seluruh lagunya berbahasa Indonesia yang baik dan benar, juga puitik. Musiknya berapi-api, menambah panas suasana di ruangan yang sudah sesak. Sebuah lagu baru pertama kali dibawakan di tempat Barasuara pertama kali unjuk gigi di depan publik. Taifun dilantunkan di tengah aksi panggung mereka dengan mengubah format personil. Gerald Situmorang, sesungguhnya gitaris namun di Barasuara menjadi bassist, kini kembali memetik gitarnya andalannya. Sementara itu, Puti Chitara mendapat tugas tambahan untuk membetot bass hijau muda milik Gerald.

“Di dalam hidup ada saat untuk berhati-hati atau berhenti berlari…”

Lirik tersebut mengawali senandung berjudul Taifun. Senandung yang sama sekali berbeda dengan senandung Barasuara lainnya. Taifun berhasil membuat siapapun jatuh hati. Namun, berakhirnya penampilan Barasuara membuat siapapun akan bersedih hati karena secara resmi TokoVe harus undur diri. Mungkin, TokoVe akan hadir dalam bentuk yang lain, entah kapan dan bagaimana. Terima kasih TokoVe telah menghadirkan alat musik berkualitas, cafe yang nyaman dan mewadahi musisi dengan gig yang intim dengan para pendengar selama tiga tahun ini. Arrivederci, TokoVe!

Tags : BarasuaraBlotymamagigKemanglive performancemusikstageTokoVe
teraskata

The author teraskata

Leave a Reply

Be the First to Comment!

Notify of
avatar
joeyz14
Guest

Pernah sekali ke tokove krna ada min concert lagu2 the cardigans (menyambut konser the cardigansthm 2012)
Wah sayang ya dah tutup

diteraskata
Guest

Iya sayang udah tutup. Sekarang digantikan sama Borneo Beer House.