close
Processed with VSCO with f2 preset

Tahun 1975, Belanda berhasil mengadakan festival jazz pertama di dunia yang bertajuk North Sea Jazz Festival. Setahun berikutnya, mahasiswa Indonesia tak mau ketinggalan. Berlokasi di Kampus Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, juga diadakan festival serupa, yaitu Jazz Goes to Campus (JGTC). JGTC didapuk sebagai festival jazz tertua di negeri ini dan tertua kedua di dunia.

Festival jazz yang bersahabat dengan kantong mahasiswa ini kembali digelar untuk ke-38 kalinya pada Minggu,  29 Nopember 2015. Panitia menyulap kawasan fakultas menjadi area festival dengan sejumlah panggung, stand makanan dan minuman serta Museum Jazz untuk menambah wawasan pengunjung mengenai sejarah jazz dunia dan dalam negeri.

Musisi yang tampil tak hanya dari negeri sendiri namun juga berasal belahan dunia lainnya. JGTC menghadirkan Rei Narita dari Jepang, Lenka dari Australia dan Eric Legnini Trio dari Belgia. Total 32 musisi mengisi 4 panggung yang disediakan. Line-up artist yang menyedot penonton seperti Raisa, Isyana Sarasvati, Krakatau Reunion, Gerald Situmorang Trio, Indra Lesmana featuring Eva Celia dan penutup panggung utama Maliq & D’essentials.

Festival ini juga memberikan penghargaan kepada para musisi jazz melalui JGTC Choice Awards 2015. Meskipun sampai saat tulisan ini diterbitkan, pemenang dari penghargaan tersebut tidak muncul juga di situs resmi maupun portal berita lainnya. Sejauh yang penulis ketahui, Sri Hanuraga meraih Album of The Year untuk albumnya yang bertajuk To the Universe. Penghargaan ini diberikan sesaat sebelum Sri Hanuraga tampil di Teh Pucuk Harum Stage. Sri Hanuraga mengisi senja dengan memainkan jemarinya untuk membawakan aransemen Gundul Pacul, Ever Changing dan Suwe Ora Jamu. Bisa jadi ia penampil dengan lagu paling sedikit di festival ini.

Gerald Situmorang Trio juga menjadi musisi yang ditunggu di panggung Elevania. Penonton sabar menanti musisi instrumental yang tergabung di berbagai kolektif musik seperti Barasuara dan Sketsa. Lagu dari Gerald Situmorang Trio memang tak berlirik namun grup musik ini sukses mengajak penonton bernyanyi melalui aransemennya pada tembang Efek Rumah Kaca dan Barasuara. Tanpa komando, penonton kompak bernyanyi Sendu Melagu dari Barasuara dan Sebelah Mata dari Efek Rumah Kaca.

Isyana Sarasvati yang baru melambung namanya hadir dengan lagu-lagu di album baru dan mengaransemen ulang hits-hits dari dekade sebelumnya. Krakatau Reunion tampil dengan penuh energi sementara Lenka mengalami kendala di atas panggung sehingga penonton menjadi tak bergairah. Maliq & D’Essentials yang setengah dekade absen dari JGTC, ditunjuk menjadi penutup.

Ribuan orang memadati panggung Makarizo bahkan saat penampil sebelumnya beraksi, Sentimental Moods, tak ada lagi celah untuk merangsek ke depan panggung. Lebih dari 10 lagu dibawakan Maliq & D’Essentials, kumandang liriknya menggema, penonton bergerak ikuti irama. Hari hampir usai, begitu juga festival jazz ini harus berakhir. Kedua vokalis kelompok musik pamit undur diri diiringi warna-warni kembang api yang menghiasi langit malam.

Tags : Eric Legnini TrioEva CeliaGerald Situmorang TrioIndra LesmanaIsyana SarasvatijazzJazz Goes to CampusJGTCKrakatau ReunionLenkaMaliq & D'EssentialsRaisaRei NaritaSentimental MoodsSri Hanuraga
teraskata

The author teraskata

Leave a Reply

Be the First to Comment!

Notify of
avatar
wpDiscuz