close
no thumb

Merangkum beberapa ekspresi yang muncul pasca terjadinya tragedi yang tidak berperikemanusiaan di kawasan pusat ibukota. Beragam ekspresi bermunculan bak jamur di musim penghujan.

Bersyukur

“Untung nggak jadi ke sana hari ini.”

 “Untung gw jauh dari lokasi”

Rasanya perlu bersyukur agar tidak terbawa tegang suasana di TKP yang disaksikan di layar kaca maupun di layar komputer.

Spekulasi

Menghubungkan satu peristiwa dengan peristiwa yang lain hingga timbul aneka probabilita yang entah bagaimana cara mengukur akurasinya.

Serapah

Menghilangkan nyawa, melukai mereka yang tak tahu apa-apa. Perbuatan keji nampaknya wajib disumpahserapahi.

Seni

Karya seni muncul atas tergugahnya hati nurani. Gambar serta pesan yang menentramkan hati disebar agar ketakutan yang diinginkan oknum tak menjalar. Beberapa mengutip lirik dan baris puisi tentang ibukota dan pesan perdamaian.

Jeli 

Lokasi tragedi terus menerus ditayangkan televisi. Menjadi sorotan warga seluruh negeri. Dari pedagang yang terus berjualan, warga sekitar yang malah menyaksikan adegan berbahaya, hingga aparat yang rupawan berbusana merk terkenal jadi trending topic dunia maya.

Investasi

Tragedi, siapa yang bisa presisi memprediksi. Satu tragedi bikin lesu iklim investasi, nyawa manusia siapa yang bisa kembalikan lagi? Ada juga yang ribut tagar mana yang harus dipakai agar tak pengaruhi pandangan dunia (maya) dan dunia ekonomi.

Berbagi 

Maksud hati ingin berbagi informasi tapi jemari enggan cari konfirmasi atau sumber yang dapat dipercayai. Apa yang didapat langsung disebar cepat-cepat. Suasana begini memang bikin siapapun panik dan gelisah. Dapat lagi informasi grafis berupa gambar lokasi, situasi, korban hingga oknum pemicu tragedi. Cepat-cepat dibagikan lagi. Seakan tak peduli pada darah berceceran, tubuh tak berpakaian hingga lebam di badan yang langsung bikin tak enak makan.

Berbagi memang sebuah wujud peduli. Namun, coba renungkan jika ingin berbagi gambar korban maupun pelaku dalam wujud yang tak utuh lagi. Setiap mereka punya keluarga yang menanti. Bagaimana perasaan keluarga yang cemas malah mendapati gambar suami/istri/anak mereka tersebar luas seantero negeri. Mungkin bangsa ini larut dalam tragedi di era informasi hingga lupa caranya berempati.

Tags : Opini
teraskata

The author teraskata

Leave a Reply

Be the First to Comment!

Notify of
avatar
khoirunnisaicaa
Guest

Wow.. Kak maria.. Suka sama tulisannyaa

diteraskata
Guest

terima kasih ya 🙂