close
img_20160216_163553_1456180023983

Apa yang identik dengan Jakarta? Pusat pemerintahan itu pasti, berlanjut dengan gedung bertingkat, berpenduduk padat, kemacetan, kehidupan gemerlap hingga banjir kala musim penghujan tiba.

Apa yang terjadi saat hiruk pikuk pemilihan presiden tahun 2015?

A Copy of My Mind (ACoMM) menyuguhkan jawaban. Kondisi sosial dan politik negara berlambang garuda menjadi latar dari sebuah kisah cinta rakyat jelata. Sebuah film berbiaya rendah namun berkualitas tinggi. Berhasil meraih Piala Citra 2015 untuk kategori Penata Suara Terbaik (Khikmawan Santosa), Pemeran Utama Wanita Terbaik (Tara Basro) dan Sutradara Terbaik (Joko Anwar). Jauh sebelum tayang di negeri sendiri, film ini disambut dengan tepuk tangan meriah di berbagai festival film dunia seperti Toronto International Film Festival, Busan International Film Festival dan Venice International Film Festival.

Cerita sederhana namun disajikan dengan penuh pesona, gagasan dan permasalahan yang terjadi di dunia nyata. Rasanya tak perlu menuliskan sinopsis film dengan tokoh utama Chicco Jerikho dan Tara Basro ini, lebih baik menyoroti beragam hal menarik di film ini.

  1. Pembajakan film.

    Kemajuan teknologi digital mempermudah penggandaan sebuah karya. ACoMM menggambarkan rantai produksi pembajakan film sekaligus minat masyarakat terhadap hiburan yang terjangkau. Ditampilkan kios-kios permanen DVD bajakan yang bebas berjualan tanpa ada tindakan dari aparat hukum.

  2. Hukum & Korupsi.

    Tersangka kasus korupsi, Mirna (Maera Panigoro), hidup nyaman di rumah tahanan dengan kasur empuk, televisi hingga bisa memesan jasa facial dari tempat Sari bekerja. Sementara itu, pengusaha dan anggota dewan pilihan rakyat berkarib atas nama uang dan kepentingan. Mirna  sebagai makelar undang-undang diperankan dengan begitu meyakinkan. Dalam video rekaman rapat yang tidak sengaja dicuri Sari, para pengusaha yang butuh legalitas terekam sedang bernegosiasi dengan pejabat untuk melancarkan bisnis mereka melalui Mirna. Tak heran jika Komisi Pemberantasan Korupsi punya banyak musuh yang ingin melemahkan bahkan menjatuhkan.

  3. Kisruh Pemilihan Presiden.

    Warga berpesta demokrasi. Kampanye di mana-mana, macet tak terhingga. Ada pesta yang disponsori untuk memilih calon yang berambisi. Ditampilkan warga yang protes karena bayaran tak sesuai janji.

  4. Permasalahan Sosial

    Alek (Chicco Jerikho), penerjemah film bajakan, rela menghabiskan banyak uang untuk hobi judi balap liarnya. Selain itu, label penduduk gelap dapat disematkan kepadanya karena ia tak memiliki kartu identitas apapun. Masalah ketenagakerjaan juga mencuat melalui tokoh penjahat diperankan Ario Bayu yang mengumpat “Jakarta emang t*i. Susah juga cari duit.” . Menunjukkan betapa keras ibukota hingga harus mengais uang dari perbuatan melanggar hukum.

  5. Kawasan Tempat Tinggal

    Adzan subuh menjadi alarm Sari untuk bangun tiap pagi. Sementara, sepasang suami istri Tionghoa yang berdansa menunjukkan Alek tinggal di kawasan penduduk etnis tersebut.

  6. Quarter Life Crisis

    Tentang pasangan dan cita-cita. Sari ditanyakan apa kriteria pria idamannya dan cita-cita sederhananya ingin memiliki home theatre untuk memuaskan hasratnya menonton film. Mirisnya, Alek malah tak memiliki cita-cita, seperti orang yang pasrah akan hidup.

  7. Lansia

    Ibu pemilik kosan Alek yang sudah lanjut usia dan ditinggalkan anak-anaknya. Gambaran mengenai perasaan orang tua yang harus hidup sendiri tanpa anak, cucu bahkan pasangan mereka.

  8. LGBT

    Persoalan yang sedang hangat diperbincangkan tak luput diselipkan di film ini. Alek menerima order untuk menerjemahkan film yang sedikit obrolannya. “Film seni?”, tanya Alek. Bayaran Rp 150 ribu yang biasa ia terima, kini dipotong setengahnya. Di tengah film, ketika pasangan yang dimabuk asmara ini akan bercinta, Sari meminta Alek menyetel film dewasa. Barulah terungkap, film dengan bayaran separo harga tersebut berisi adegan seksual sesama jenis.

Sebuah karya yang sangat direkomendasikan jika ingin melihat ibukota dari sisi yang berbeda. Sukses mengaduk emosi dan memberikan kesan tak tergambarkan hingga beberapa hari kemudian.

Tags : A Copy of My MindArio BayuChicco JerikhoMaera PanigoroPiala CitraTara Basro
teraskata

The author teraskata

Leave a Reply

Be the First to Comment!

Notify of
avatar