close
img_20161207_102407-01

Kalau kemanusiaan tersinggung, semua orang yang berperasaan dan berpikiran waras ikut tersinggung, kecuali orang gila dan orang yang berjiwa kriminal, biarpun dia sarjana. – Pramoedya Anantar Toer.

Bersyukurlah hidup di Indonesia yang tidak lagi mengalami masa-masa konflik. Meskipun sesekali ada pengeboman seperti Bom Sarinah di awal tahun dan Bom Samarinda beberapa minggu belakangan. Sementara, di belahan dunia lainnya masih ada manusia yang hidup dalam ketakutan, kehilangan harapan hidup akibat perang, konflik, bencana alam hingga epidemi.

Bermula dari sekelompok kecil dokter Prancis yang tergabung dengan Palang Merah Prancis saat Perang Biafra tahun 1967-1970. Pada masa perang, militer Nigeria memblokade wilayah, membiarkan warga kelaparan, mengidap penyakit hingga menumpas warga sipil di Republik Biafra yang kala itu baru merdeka. Ketika kelompok dokter datang, bukan sambutan yang mereka terima, tetapi para relawan disambut dengan penyerangan oleh pasukan militer Nigeria.

Sekelompok kecil dokter Prancis ini tersinggung kemanusiaannya saat menyaksikan tindakan tidak berperikemanusiaan yang dilakukan Nigeria pada warga sipil hingga relawan. Kemudian, mereka mengkritik pemerintah Nigeria dan Palang Merah yang dianggap melakukan keberpihakkan. Hal ini mendorong relawan petugas kesehatan Prancis yang terlibat di Perang Biafra untuk mendirikan organisasi yang memprioritaskan kesejahteraan korban tanpa memandang batas-batas suku, politik, agama dan budaya.

Lahirlah Médicins Sans Frontièrs (MSF) sebagai kekecewaan atas peristiwa tersebut pada tahun 1971. MSF atau Dokter Lintas Batas menjadi sebuah organisasi kemanusiaan medis internasional yang memberikan layanan kesehatan berupa perawatan kesehatan dasar, layanan kesehatan ibu dan anak, pembedahan, upaya menangani wabah, merehabilitasi dan mengelola rumah sakit dan klinik, vaksinasi massal, mengoperasikan pusat-pusat gizi, layanan kesehatan jiwa serta memberikan pelatihan kepada tenaga kesehatan setempat. MSF telah hadir di berbagai belahan dunia untuk memberikan bantuan pada 70 negara yang membutuhkan seperti negara yang sedang berkonflik, tertimpa bencana alam hingga epidemi.

Atas kerja kerasnya membantu korban tanpa mengenal batasan, MSF menerima penghargaan Perdamaian Seoul tahun 1996 dan penghargaan Nobel Perdamaian tahun 1999. MSF juga pernah hadir di Indonesia ketika terjadi gempa bumi di Gunung Kerinci, Jambi, tahun 1995-2009; memberikan pelayanan dan pelatihan kesehatan di beberapa wilayah seperti Agats, pegunungan Jayawijaya, Nusa Tenggara Timur, Maluku; hingga berkontribusi saat terjadi masa tanggap darurat dan rehabilitasi tsunami Aceh tahun 2004.

Di penghujung tahun 2016, MSF ingin memperkenalkan organisasi ini kepada masyarakat Indonesia dengan mengadakan acara bertajuk “No Borders”. Rangkaian acara “No Borders” terdiri dari pameran foto, pemutaran film dan sesi bincang-bincang yang dilaksanakan selama 10 hari, 8-18 Desember 2016, pukul 09.00-21.00, di Exhibition Hall, West Mall Grand Indonesia. Tidak usah khawatir mengenai harga tiket karena siapapun bisa hadir tanpa dipungut biaya. Jika membutuhkan pemandu, dapat menghubungi panitia untuk dibantu mengenali MSF lebih jauh.

Melalui “No Borders”, pengunjung akan disajikan sebuah perjalanan visual tentang kenyataan yang dialami oleh pasien, pekerja medis dan masyarakat di berbagai belahan dunia. Menampilkan sisi kemanusiaan di balik wabah penyakit seperti Ebola, kesehatan perempuan di wilayah miskin, dan krisis pengungsi terbesar dunia saat ini. Acara ini juga ingin mengangkat semangat kemanusiaan yang tidak memandang ras, agama maupun politik serta menyuarakan betapa pentingnya melindungi keselamatan para pekerja kemanusiaan dan rumah sakit di tengah-tengah konflik.

Untuk melihat lebih lanjut jadwal sesi bincang-bincang dan pemutaran film, dapat mengunjung halaman resmi MSF di MSF-Seasia.org.

Tags : Doctors Without BordersDokter Lintas BatasMédicins Sans FrontièrsMSF
teraskata

The author teraskata

Leave a Reply

Be the First to Comment!

Notify of
avatar
Endang Cippy
Guest

Wah…tq infonya 😄
Kalau jadwal tdk bersinggungan mw k sini.
Sekalian Jelajah Mall 😄😄

diteraskata
Guest

Wajib mampir, Mbak. Aku kemarin udah ke sana dan pamerannya bagus banget!
Ajak temen-temennya juga ya, Mbak 😀

Nita Lana Faera
Guest

Wah ini event yang di Cikini ya. Saya nggak jadi datang ke sini.

diteraskata
Guest

Di Cikini hanya blogger gathering aja, Mbak. Pamerannya di West Mall Grand Indonesia. Disempatkan mampir ya, Mbak. Terakhir 18 Desember 2016.

kelanakucom
Guest

Ada dokter indonesia yang juga ikut MSF, diblognya banyak banget cerita-cerita waktu dia kerja sebagai relawan. Mengharukan, sedih, dan menggugah rasa kemanusiaan.

diteraskata
Guest

Iya emang ada beberapa, Mbak. Pas blogger gathering juga ada dokter yang bertugas di Yaman, di mana rumah sakit tempatnya bertugas dibom. Bener-bener bikin sedih sama pasien dan dokternya sekaligus geram sama yang ngejatuhin bom.

Hari ini hari terakhir pameran foto dan pemutaran filmnya, Mbak. Disempetin mampir yaa 😀