close
Processed with VSCO with x1 preset

Merayakan hari kelahiran yang bertepatan dengan dinas pekerjaan di luar kota. Beruntung kota tujuan dinas adalah Yogyakarta. Sebuah wilayah yang kaya akan budaya dan alam yang mempesona. Jika rekan kerja berangkat siang hingga malam hari, saya memilih berangkat dengan penerbangan paling awal. Meski harus mengorbankan jam tidur karena harus bangun dini hari.

8u4a2845
Sehari sebelumnya, 19 Desember 2016, ada agenda kerja di salah satu hotel berbintang ibukota. Beruntung dapat fasilitas menginap setelah acara untuk melepas lelah sekaligus terbebas dari jerat kemacetan kota megapolitan. Dari lantai 10 hotel, Jakarta terlihat menarik dengan lansekap kota bertabur benderang lampu gedung, jalanan dan kendaraan.

Baru bisa tertidur sekitar pukul 23.00, sementara pukul 02.00 harus sudah bangun untuk bersiap-siap ke bandara. Akibat takut terlambat bangun, semua cara digunakan untuk membangunkan saya seperti morning call dari hotel, alarm telepon genggam hingga minta dibangunkan oleh orang rumah. Alhasil, saya bangun tepat waktu meski mata sulit kompromi.

Processed with VSCO with x1 preset
Selasa, 20 Desember 2016, sekitar pukul 03.30 saya bersiap menuju bandara dengan mata terkantuk-kantuk. Keuntungan dari perjalanan dini hari adalah jalanan yang lancar tanpa hambatan kemacetan. Tibalah saya di Bandara Internasional Soekarno – Hatta, Tangerang. Setelah check in, masih ada waktu sekitar 40 menit sebelum waktu boarding. Saya pun beringsut ke gerai makanan sekitar bandara. Saya putuskan untuk membeli donat untuk merayakan kecil-kecilan hari kelahiran meskipun sendirian. Di tengah bandara yang dingin dan sepi. Tidak ada lilin, tidak ada balon, apalagi confetti dan teman untuk berbagi. Bagaimanapun kondisi saat itu, tetap bersyukur atas berkat dari Sang Maha Pengasih yang masih memberikan nafas kehidupan.

img_20161228_194529

Pesawat berangkat tepat waktu. Bertepatan dengan terbitnya sang pemberi terang. Hampir saja saya ketiduran dan melewatkan momen ini. Rasanya ingin sekali melanjutkan tidur semalam yang hanya sebentar. Akan tetapi, semesta masih berpihak pada saya. Saya diijinkan untuk menyaksikan bersinarnya matahari dari batas cakrawala yang perlahan-lahan memudarkan gelap dan menggantinya dengan terang. Memberi tanda kepada makhluk hidup untuk memulai hari. Sebuah hari di usia yang baru saja beranjak.

img_20161228_235158

Ini pertama kalinya saya menginjakkan kaki di Bandara Adisutjipto, Yogyakarta. Perjalanan menuju kota ini biasanya menggunakan kendaraan bermobil atau naik kereta. Berdasarkan informasi dari kantor, saya tidak mendapat jatah penjemputan karena datang paling pagi sementara waktu check in hotel jam 14.00. Jadi saya cuek saja berjalan ke luar bandara tanpa memerhatikan siapapun. Rencananya saya akan ke hotel dengan taksi atau ojek untuk menitipkan barang. Ternyata, pihak hotel ada yang datang menjemput. Terdengar nama saya dari disebutkan melalui panggilan pengeras suara. Rasanya aneh sekali mendengar nama sendiri disebutkan seperti itu! Betapa beruntungnya saya pagi itu. Mendapat jemputan sekaligus disambut dengan pemandangan alam dan kota Yogyakarta yang begitu menawan.

Awalnya, saya ingin berkeliling ke kedai-kedai kopi di pusat kota. Sayangnya, kedai kopi yang ingin saya tuju banyak yang belum buka karena masih terlalu pagi. Saya sampai sekitar pukul 07.00 waktu itu. Setelah pikir-pikir, alangkah baiknya merayakan hari kelahiran dengan menikmati keindahan alam. Terbersit sebuah lokasi yang sedang hits se-Instagram raya, Kebun Buah Mangunan, Bantul. Secara impulsif, saya jatuhkan pilihan ke tempat tersebut walaupun tidak tahu jalan dan tidak banyak googling sewaktu di Jakarta. Saat memeriksa Go-Car, ternyata jarak tempuhnya masih bisa dijangkau. Berangkatlah saya ke Kebun Buah Mangunan dan segera tertidur selama perjalanan menuju ke sana.

img_20161229_175350

Sopir Go-Car pun belum pernah ke tempat wisata ini. Ia mengandalkan Google Maps selama berkendara. Sekitar satu jam, sampailah di gerbang Kebun Buah Mangunan. Setelah membeli tiket, masih harus menanjak lagi ke puncak bukit selama 10 menit. Sesampainya di atas, saya disambut terik matahari dan kencangnya angin.

Dari atas bukit, terhampar pemandangan dengan latar langit biru, bukit-bukit yang ditumbuhi pepohonan dan liuk aliran sungai. Saya duduk-duduk di saung untuk melepas lelah dan menikmati pemandangan. Saya sempatkan membaca buku Jalan Raya Pos, Jalan Daendels karya Pramoedya Ananta Toer. Kapan lagi bisa membaca buku dengan pemandangan yang seindah ini ditemani semilir angin yang sepoi-sepoi.

Saya sempat heran dengan wisatawan yang datang hanya singgah rata-rata 10-15 menit. Saya pikir tempat ini masih luas untuk dijelajahi seperti Kebun Raya Bogor. Nyatanya hanya ada dua tugu pandang dan satu spot bertuliskan “Kebun Buah Mangunan” yang jaraknya terbilang dekat. Saya mulai perhatikan gerak-gerik mereka. Kebanyakan hanya datang untuk mengambil gambar dengan pose terbaik. Berswafoto dengan kamera telepon genggam hingga kamera profesional. Sendiri maupun beramai-ramai. Sedikit sekali pengunjung yang datang dan duduk untuk menikmati pemandangan ini. Inikah potret wisata masa kini?

Dari lokasi ini, saya tidak tahu harus ke mana lagi. Saya pasrah ke mana angin akan membawa saya. Singgah saya ke warung di dekat pintu masuk untuk melepas dahaga dan beristirahat. Saya bertanya kepada pemilik warung, apakah ada tempat wisata lain di dekat sini. Ada beberapa jawabnya, diantaranya adalah Hutan Pinus Sari, bukit-bukit untuk melihat sunrise atau sunset dan Gunung Purba Nglanggeran. Sewaktu saya tanya, “Ada ojek, Pak? Mungkin saya mampir ke hutan pinus saja.”. Ia kaget dan malah balik bertanya “Lho, Mbak naik apa ke sini?”. Saya jawab kalau saya naik Go-Car dan mobil tersebut sudah kembali ke kota sepertinya. Pemilik warung tersebut, Pak Sartijo, tampaknya iba dan menawarkan diri untuk mengantar saya ke hutan pinus.

Kebaikan warga lokal yang tulus membantu pejalan seperti saya, selalu membuat saya tersentuh. Masih ada orang baik, gumam saya dalam hati. Perjalanan memberikan kita makna-makna baru yang sebelumnya sempat hilang atau memudar. Pak Sartijo sampai berpesan kepada pemilik warung di hutan pinus agar membantu saya mencari kendaraan untuk pulang nantinya. Betapa baiknya Pak Sartijo bahkan terhadap orang yang baru dikenal seperti saya. Terima kasih banyak atas kebaikan Bapak. Semoga usaha Bapak selalu diberkati.

Hutan Pinus Imogiri, ternyata itulah nama hutan pinus yang saya kunjungi. Saya bahkan tidak tahu nama itu sebelumnya. Ada yang menyebut Hutan Pinus Mangunan. Beberapa papan yang tertera menuliskan Hutan Pinus Pinusari. Entah mana yang resmi.

Ramai! Puluhan motor dan mobil berjejer rapi terparkir di lahan yang sudah disediakan. Padahal masih hari kerja. Mungkin, sedang libur anak sekolah. Melangkahkan kaki berdasarkan jalan yang ramai dilewati. Risiko melakukan solo traveling tanpa perencanaan. Mengikuti intuisi saja.

8u4a3021

Memasuki gerbang bertuliskan Panggung Sekolah Hutan. Berjejer pohon-pohon pinus di kiri kanan jalan setapak. Udara terasa begitu segar dan menyejukkan. Sesekali terdengar kicau burung dan celoteh anak-anak kecil. Terdapat batang pohon yang disusun menjadi tempat duduk, bertingkat-tingkat dengan panggung kayu di bagian bawah. Anak muda dan rombongan keluarga bercengkrama menikmati alam. Ada yang sambil bersenda gurau, berpose demi mendapat foto terbaik, anak-anak kecil berlarian dan ibu yang menyuapi bayinya.

8u4a3017

Saya mendongakkan kepala dan mendapati daun-daun pinus yang bergerak-gerak diterpa angin. Sinar matahari mengintip dari sela-sela dedaunan itu. Saya tertegun. Memori-memori berlari-lari hingga bertubrukkan di kepala saya. Terlempar ke rongga waktu bernama masa lalu. Betapa saya telah menjalani kehidupan selama 24 tahun dan hari itu akan melanjutkan hidup dengan babak bernama usia 25. Usia yang bukan lagi remaja. Usia yang katanya dewasa. Apakah benar begitu?

Cukup lama saya berkitar-kitar di panggung tersebut. Ketika akan beralih ke sisi hutan pinus yang lain, dari arah pintu masuk, berjalan sepasang muda-mudi berpakaian yang terlalu rapi jika digunakan untuk berwisata. Ternyata mereka sedang melakukan pemotretan pre-wedding. Sebentar saya memerhatikan proses pemotretan. Ikut juga ambil gambar untuk latihan foto. Kemudian, melanjutkan ke sisi hutan pinus lainnya.

8u4a3083
Tugu pandang yang tidak saya naiki. Hahaha

Terdapat tiga tugu pandang dengan tinggi yang bervariasi. Saya hanya berani naik ke tugu pandang dengan tinggi 2 meter. Untuk ketinggian yang lain sekitar 3 dan 5 meter, saya tidak berani. Di tugu kedua yang dibangun di atas pohon, mengerikan jika diterpa angin kencang. Beberapa pengunjung sampai berteriak jika ada angin kencang. Membuat saya takut untuk mencoba. Saya pun hanya mengambil gambar-gambar saja.

Langit perlahan memudar birunya. Berganti kelabu. Sebentar lagi akan hujan tampaknya. Saya juga belum makan siang. Sekitar jam 14.00, saya kembali ke warung tempat saya sampai pertama kali di hutan pinus. Dengan ayam goreng dan wedang jahe yang menjadi santap siang saya. Telepon genggam saya berdering. Rekan kerja saya sudah banyak yang sampai di hotel, menanyakan saya ada di mana. Saya harus segera kembali.

Tags : bandaraDaerah Istimewa Yogyakartahutan pinusKebun Buah MangunanYogyakarta
teraskata

The author teraskata

Leave a Reply

Be the First to Comment!

avatar
  Subscribe  
Notify of
swwmutiara
Guest

Happy belated bday kaka…a great way yo celebrate a birthday 🙂

diteraskata
Guest

Terima kasih yaa 🙂

lalaysf
Guest

Wah kak maria keren, pasti deh ya dimana-mana banyak orang baik kalo tiap perjalanan

diteraskata
Guest

Terima kasih sudah mampir, La. Iya ada aja orang baik di tiap perjalanan. Bahkan terlalu baik sampe bikin speechless sama kebaikannya.

Zen
Guest

Selamat ulang tahun ya, whis u all the best 😃 jadi inget dulu gua juga pernah kaya gitu.

diteraskata
Guest

Terima kasih ucapannya 🙂 Memangnya dulu pas ulang tahun solo traveling juga?

Muhamad Agung Prasetiyo
Guest

Happy belated birthday Maria!
seru juga ya modal nekat naik go car ke wisata disana heheh btw, hutan pinus lumayan juga buat spot foto

diteraskata
Guest

Terima kasih ucapannya, Mas Agung.
Iya seruu apalagi hutan pinusnya juga bagus banget!

Annisa
Guest

Happy bday ka. Wyatb! Wow belajar kata baru, swafoto dan tugu pandang. Dan hutan pinusnya cantik deh 🙂

diteraskata
Guest

Terima kasih ucapannya, Annisa 🙂 Ga nyangka juga secantik ini.

Tuty prihartiny
Guest

mengabadikan moment ultah dlm perjalanan yang mengasikkan…
Mengesankan banget ya ka maria…

Zaoza
Guest

happy belated birthday, Maria.
tulisannya bagus. kritis dan inspiratif.

diteraskata
Guest

Terima kasih ucapannya dan sudah membaca sampai habis tulisan ini 🙂

Zaoza
Guest

projek YK – HB – XXV itu yogyakarta, happy birthday, 25, gitu ya?
unik. 🙂

diteraskata
Guest

iya itu maksudnya.Hehehe.

achi hartoyo
Guest

Happy belated Bday Maria, waktu ke Mangunan dapat sunsetnya.. pengen juga nyobain sunrisenya.

diteraskata
Guest

Terima kasih, Mas Achi 🙂
Wah kece banget dapet sunset di sana! Semoga next time ke sana bisa dapet momen sunrise-nya ya, Mas

bang doel
Guest

jogja selalu ada cerita dan cinta disana.. btw HBD ya kak maria =)

diteraskata
Guest

Terima kasih ucapannya 🙂
Selalu ada cerita dari Jogja, selalu membekas di hati

Kharina Windj
Guest

Happy belated bday kak.. Wah seru ya kalo liburan di Jogja.. Tempat wisatanya bagus2 dan didukung juga warga lokalnya yg ramah..

Ndari
Guest

Wow HBD Mariaaa.. Bisa bgt gtu tidur 4 jam, kalau saya gak berani tidur takut ktinggalan pesawat hihiii..

Wahh ini smacam kasih kado buat diri sendiri yaa? Kdang hal kyk gtu menyenangkan bgt, apresiasi diri sendiri ke tempat yg sejuk, teduh, nyaman, cantik.. Sy pnasaran, emang iya kebun buahnya ndak ad buahnya?

diteraskata
Guest

Terima kasih ucapannya, Mbak Ndari 🙂

Iya semacam itu, Mbak. Apresiasi diri sambil introspeksi di tempat yang menenangkan.

Kebun buahnya itu di bukit-bukit sekitar tugu pandang. Tidak secara langsung bisa dilihat dari dekat. Kalau nggak salah sudah selesai musim panen juga deh, Mbak.

Andi
Guest

wew.. sambil nyelelem minum susu yooo

btw happy bday maria

diteraskata
Guest

Iya, setali tiga uang. Hehe

Terima kasih ucapannya, Mas Andi 🙂

arlindya
Guest

Happy birthday…haa telat ya
Ceritanya panjang bgt kak, tp bagus tampilannya

diteraskata
Guest

Terima kasi ucapannya ya 🙂

Kepanjangan ya? Hehe Gapapa ya kan lagi seneng abis ulang tahun 😀

Ning!
Guest

Wah, kak Maria ultaah, dan umur kita ternyata gak terlalu jauh lho, hehe
Happy birthday yaaa… Semoga makin sering jalan2, hehe
*padahal tadi ketemu, tp baru ngucapin skrg 😁

diteraskata
Guest

Oalah, ya seangkatan lah ya. Hehe

Terima kasih ucapannya. Udah lewat lama juga sih. Hehehe.

elsamartinalova
Guest

Sepertinya perjalanan ini sekaligus jadi kado yang menarik ga sih kaa buat ultah kali ini??

Berharap nya ya begitu. Happy birthday ka maria 😉

diteraskata
Guest

Iya dalam rangka kasih kado ke diri sendiri sekaligus introspeksi di tempat yang menenangkan. 😀

Terima kasih ucapannya ya, Caca :*

Maya Nirmala Sari
Guest

Selamat ulang tahu semoga selalu bahagia. Perjalanannya seru banget ya!

diteraskata
Guest

Amin. Terima kasih ucapannya, Mbak.

Inez Dwijayanti
Guest

Happy birthday kak! BAGUS lokasi yg ada pinusnya…

diteraskata
Guest

Terima kasih ucapannya ya!

Iya emang cantik banget tempatnya. Semoga bisa berkunjung ke sana juga ya 🙂

memoryinthesky
Guest

solo travelling di hari ulang tahun sepertinya seru ya 🙂

happy belated birthday, kak maria!

diteraskata
Guest

Iya seruu! Patut dicoba! 😀

Terima kasih ucapannya ya 🙂

Shendyhaditya
Guest

Nice!!

beni
Guest

Slalu menarik hati saya tulisannya Ka. Hutan pinusnya berasa di luar negri. Jadi kepingin kesanaa.