close
Processed with VSCO with b4 preset

Banda: The Dark Forgotten Trail membuat belajar sejarah begitu menyenangkan. Penonton dibuat terperangah dengan kisah kelam di balik keindahan pulau penghasil rempah ini.

Film dokumenter pertama garapan Jay Subiakto menguak sejarah gugusan pulau penghasil pala terbesar pada masanya, Kepulauan Banda. Kepulauan yang terdiri dari 11 pulau ini terletak di selatan Maluku dan berada di tengah-tengah Laut Banda. Pala menjadi komoditas yang membangun sekaligus memporak-porandakan peradaban di Banda.

Menyajikan visual yang memanjakan mata, tata suara yang megah dan kepadatan informasi historis hingga perkembangan terkini. Narasi dan grafis mengalir jernih membuat penonton lupa bahwa film ini adalah dokumenter bernuansa sejarah yang umumnya membuat jenuh. Berikut alasan kenapa film Banda: The Dark Forgotten Trail wajib untuk ditonton:

  1. Menguak mitos dan legenda yang mengakar di masyarakat Banda.
  2. Menceritakan sejarah awal perdagangan rempah hingga konflik bangsa-bangsa yang ingin berkuasa penuh atas komoditas penting dunia pada masa itu. Nama-nama seperti Jan Pieterszoon Coen dan Albert Albuquerque yang biasanya kita pelajari di buku sejarah semasa sekolah, muncul jadi tokoh-tokoh yang berperan penting pada masanya.
  3. Menelisik proses tanam, panen, pasca panen hingga berbagai pemanfaatan dari buah pala endemik (Myristica fragrans) Banda. Dilengkapi dengan permasalahan yang dihadapi petani pala di masa sekarang.
  4. Mengupas kehidupan tokoh-tokoh bangsa yang pernah diasingkan di kepulauan ini seperti Moh. Hatta, Sutan Sjahrir, Dr. Tjipto Mangoenkoesoemo dan Iwa Koesoema Soemantri.
  5. Memaparkan alasan pembangunan dan penamaan benteng-benteng bersejarah pada masa penjajahan.
  6. Refleksi kehidupan ekonomi, sosial dan budaya dari keberagaman kelompok masyarakat yang hidup di Banda.
  7. Mengisahkan konflik horizontal yang pecah akibat gelombang kerusuhan yang terjadi di Ambon pada tahun 1999.
  8. Menyuguhkan keindahan panorama gunung, laut, pesisir hingga bawah laut Banda yang mempesona.

Segera saksikan sendiri film dokumenter yang akan dibawa ke festival film internasional ini. Sebuah karya untuk mengingat sejarah panjang bangsa yang kian terlupakan.

Melupakan masa lalu adalah sama dengan mematikan masa depan bangsa ini. – Banda: The Dark Forgotten Trail (2017)

Terima kasih untuk segenap tim produksi dari Lifelike Pictures yang telah berupaya mendokumentasikan secuplik sejarah nusantara ke dalam sebuah karya yang luar biasa. Tabik! 

Tags : Banda: The Dark Forgotten TrailDr. Tjipto MangoenkoesoemoIwa Koesoema SoemantriJay SubiaktoKepulauan BandaLifelike PicturesMoh. HattapalaSutan Sjahrir
teraskata

The author teraskata

Leave a Reply

Be the First to Comment!

Notify of
avatar
wpDiscuz