close
IMG_20180102_155512

Penerbangan Jakarta – Denpasar hanya berdurasi 1 jam 45 menit. Pernah coba jalan darat Jakarta – Denpasar? Puluhan jam berada di mobil dengan kondisi jalan dari yang mulus, berkelok hingga berlubang. Pastinya butuh asupan yang enak dan mengenyangkan agar perjalanan terasa menyenangkan. Berikut rekomendasi kuliner yang wajib dicicipi saat overland trip Jawa – Bali berdasarkan perjalanan saya saat liburan kemarin.

Semarang, Jawa Tengah: Nasi Pecel & Gudangan Bu Lastri Khas Nganjuk

Berangkat dari Jakarta sekitar pukul 23.00 WIB, kami sampai di Semarang sekitar pukul 06.00 dengan perut keroncongan. Jalan yang kami lewati nihil dari pedagang makanan yang unik. Nasi uduk sudah buka tapi rombongan perjalanan ingin mencoba sarapan yang berbeda. Kalau bisa yang khas Semarang. Saat melewati kuil Sam Poo Kong, kami masuk jalan di samping bangunan tersebut. Menelusuri jalan tersebut, terdapat pasar tradisional yang baru saja buka. Di bagian depan pasar tersebut, kami menemukan nasi pecel dan gudangan Bu Lastri khas Nganjuk dalam sebuah mobil yang dimodifikasi menjadi tempat berjualan dengan membuka kap belakang mobil dengan tambahan meja, payung besar, dan beberapa kursi plastik.

Perbedaan nasi pecel dan nasi gudangan hanya pada topping-nya. Nasi pecel adalah nasi dicampur sayur mayur dan sambal pecel yang terdiri dari kombinasi kacang, gula merah, cabe, bawang, garam, dan daun jeruk. Nasi gudangan merupakan nasi dengan  dicampur sayur juga dengan tambahan urap dari olahan kelapa parut, bawang putih, daun jeruk, kunyit, kencur, cabai, dan garam. Sayangnya, karena terlampu lapar sampai lupa untuk mengambil penampakan nasi yang dihidangkan bersama teh manis hangat tersebut. Tersedia sate telur, ati ampela, dan gorengan untuk menemani santap pagi.

Tuban, Jawa Timur: Warung Sate Menthok Bu Yati

Terguncang-guncang selama perjalanan membuat kami cepat lapar. Stok cemilan sedikit demi sedikit berkurang. Tampaknya kami harus bergegas ke rumah makan terdekat. Waktu juga sudah menunjukkan jam makan siang.

Kami singgah di Warung Bu Yati yang berlokasi di dekat pertigaan lampu merah daerah Mondokan. Menuju ke warung ini hanya berdasarkan Google Maps yang ternyata salah arah. Setelah bertanya kepada warga, akhirnya kami menemukan warung ini. Sayangnya, saya lupa mencatat alamat lengkap warung ini. Patokan yang saya ingat hanya terletak di jalan besar dan tidak jauh dari lampu merah. Jika tersesat menuju tempat ini bisa menghubungi pemilik warung di nomor 082338262267.

Warung Bu Yati menyediakan sate menthok, becek menthok, dan becek ayam. Rombongan memesan setiap menunya agar bisa saling mencicipi. Sate menthok diolah dari daging unggas yang termasuk keluarga bebek yang biasa disebut entog atau itik serati ini memiliki tekstur yang lembut dengan bumbu kecap yang pas. Becek sendiri merupakan makanan berkuah kuning serupa kari dengan rasa gurih yang pas lidah. Untuk setiap menunya, perlu merogoh kocek sebesar Rp 35.000 untuk seporsi sate menthok, becek menthok dan becek ayam masing-masing seharga Rp 17.500, dan belum termasuk seporsi nasi seharga Rp 5.000.

Probolinggo, Jawa Timur: Rawon Nguling

Hari berubah gelap. Lampu-lampu jalan mulai menyala. Perjalanan sudah berlangsung 20 jam lebih. Waktu makan malam pun tiba saat kami melintas di Probolinggo. Terdapat sebuah rumah makan yang terkenal sejak tahun 1942.

Kami singgah di Rumah Makan Rawon Nguling yang terletak di Jalan Raya Tambakrejo No. 75, Tongas, Probolinggo. Suasana ramai sekali sampai sulit menemukan lahan parkir dan meja makan.  Selain menu andalan rawon, tersedia nasi gule, campur, sop, lodeh, pecel, sayur asam, soto ayam, kari ayam, kresengan, semur daging, sambal goreng ati, dan nasi garingan. Teman-teman rombongan semuanya memesan nasi rawon namun saya sedang ingin nasi sop daging waktu itu. Patut disayangkan, pelayanan di tempat ini kurang memuaskan karena secara sepihak mereka mengganti pesanan nasi sop daging saya dengan nasi rawon tanpa memberitahu terlebih dahulu. Sewaktu pesanan datang, semuanya terdiri dari nasi rawon dan tanpa meminta maaf pramusajinya hanya bilang “Sopnya habis diganti rawon”. Saya juga memesan jahe hangat dan pesanan itu tidak kunjung datang sampai kami membayar makanan kami di kasir. Rasa nasi rawon boleh enak tapi sepertinya pelayanan sebaiknya tetap menjadi perhatian pengelola.

Jimbaran, Bali: Warung Nasi Ayam Bu Oki

Sudah sampai Bali! Yeay! Sewaktu mau ke Pantai Suluban di Uluwatu, kami singgah di rumah makan yang terkenal, yaitu Warung Nasi Ayam Bu Oki. Rumah makan ini ada dua, yang satu di Nusa Dua dan satu lagi yang kami singgahi terletak di Jalan Selagi Basur No.3Y, Jimbaran, Badung, Bali.

Menu andalan di rumah makan ini adalah nasi campur Bali yang terdiri dari berbagai lauk seperti ayam betutu suwir, telur rebus, lawar kacang panjang, kacang tanah, sambal matah, sate lilit ikan, dan dilengkapi dengan kuah dari ayam betutu ungkep. Pramusaji akan bertanya level pedas  yang akan kita pesan. Tanpa banyak basa-basi, rombongan langsung sibuk menghabiskan nasi campur Bali yang lezat ini. Seporsi nasi ayam Bu Oki dapat dinikmari dengan harga Rp 25.000.

Seminyak, Bali: Warung Mirah Nasi Campur Bali – Ayam Betutu

Sewaktu jalan-jalan sendirian di daerah Seminyak, saya mencari warung makan yang murah. Sepanjang jalan yang saya lewati kebanyakan restoran dan café fancy yang harganya bikin ngeri. Waktu itu sudah hari-hari akhir di Bali, jadi pengeluaran harus benar-benar dihemat.

Saya melihat ada turis sedang berfoto-foto di depan sebuah restoran yang desain temboknya sangat instagrammable. Saya jadi terhenti sebentar melihat restoran tersebut dan melihat ke sekeliling. Di samping restoran Sea Circus yang fotogenik tersebut terdapat plang Warung Mirah: Nasi Campur Bali – Ayam Betutu. Terdapat gang kecil di samping restoran menuju Warung Mirah ini yang beralamat di Jalan Kayu Aya No. 23A, Seminyak, Bali.

Saya nggak mau berekspektasi apa-apa, yang penting bisa makan siang murah dan soal rasa belakangan. Saya pesan seporsi nasi campur Bali yang dilengkapi dengan ayam betutu ungkep beserta kuah, sate lilit ikan, sayur dan tambahan lainnya yang saya nggak tau namanya. Hehe. And it was surprisingly delicious! Happy banget tanpa sengaja menemukan tempat makan murah dan enak! Harga seporsi nasi campur ini hanya Rp 12.000, saya pesan satu bakwan jagung seharga Rp 1.000, dan segelas Nutrisari jeruk Rp 3.000 sehingga total makan siang cuma Rp 16.000!

Sanur, Bali: Kedai Obonk

Buat yang suka pedas level cadas, rasa-rasanya wajib mencoba ayam obonk di Kedai Obonk, Jalan Tukad Pakerisan, Sanur, Bali. Ayam obonk ini bukan ayam dengan sambal tetapi sambal yang super pedas dengan topping ayam goreng atau ayam bakar, sesuai pilihan Anda. Disebut demikian karena sambalnya begitu melimpah ruah. Sebagai penyuka pedas, saya sih berani mencicipi sambal dengan topping ayam goreng plus nasi ini. Awalnya biasa saja tetapi lama kelamaan keringat mulai bermunculan dan lidah terasa panas. Rebusan sayur bayam menjadi lalapan yang cukup meredam rasa pedas ini. Harganya juga terjangkau, seporsi nasi dengan es teh manis hanya perlu mengeluarkan Rp 26.000 saja. Kalau suka kopi, bisa coba Jenar Kopi yang terletak persis di samping Kedai Obonk ini.

Probolinggo, Jawa Timur: Nasi Campur Nyak Nyong

Tanpa terasa sudah sepuluh hari di Bali untuk menghabiskan akhir tahun dan menyambut tahun yang baru. Kami harus segera pulang karena pekerjaan telah menanti. Perjalanan darat dimulai sekitar pukul 03.00 WITA saat matahari masih bersembunyi. Kami melewatkan sarapan di Banyuwangi dan memutuskan untuk brunch alias breakfast and lunch di Probolinggo.

Lagi-lagi mengandalkan rekomendasi dari Mbah Google untuk mencari tujuan brunch kali ini. Sempat kesulitan mencari lokasi tempat makan ini karena di beberapa referensi hanya mencantumkan Jalan WR. Supratman, Probolinggo di bagian selatan klenteng. Rumah makan ini juga tanpa papan nama sehingga kami harus bertanya kepada warga. Warga setempat bahkan berbaik hati mengantarkan kami dengan motornya ke Nasi Campur Nyak Nyong ini. Terima kasih banyak!

Nasi Campur Nyak Nyong atau dikenal dengan Nasi Campur Klenteng ini menyajikan nasi campur dengan semur daging sapi, dendeng sapi, kuah santan, orek tempe, mi dicampur toge, serundeng dan sambal. Gurih rempahnya begitu terasa di setiap gigitan. Kuliner yang wajib dicoba saat sedang di Probolinggo.

Bantul, Yogyakarta: Sate Klathak Pak Bari

Kuliner yang satu ini sepertinya sudah tidak perlu panjang lebar lagi untuk direkomendasikan. Sudah terkenal lewat sekuel film fenomenal Ada Apa Dengan Cinta 2. Sate Klathak Pak Bari menjadi persinggahan terakhir kami sebelum menginap di rumah kerabat. Kami sampai tempat ini sekitar pukul 23.00 WIB. Masih ada beberapa pelanggan yang sedang menikmati sate kambing yang disantap Rangga dan Cinta.

Sate kambing muda legendaris ini berlokasi di Pasar Jejeran, Wonokromo, Bantul, Yogyakarta. Bisnis kuliner ini sudah dimulai berpuluh-puluh tahun silam. Kini, penerusnya sudah termasuk ke dalam generasi ketiga. Keunikan dari sate klathak Pak Bari adalah daging kambing muda yang gurih dan empuk dengan hanya bumbu garam dan ditusuk dengan jeruji sepeda alih-alih tusuk bambu.

Bonus!

Kuta, Bali: Nasi Jinggo Bu Sret Sret

Khusus makanan non-halal, Bali memberikan banyak pilihan untuk olahan daging babi. Salah satu yang wajib dicicipi karena kelezatan dan harganya yang terjangkau adalah nasi jinggo babi kecap Bu Sret Sret. Nasi jinggo sendiri merupakan nasi kucing atau nasi dalam porsi kecil dengan harga murah versi masyarakat Bali.

Nasi jinggo ini resminya bernama Nasi Jinggo Bu Manik. Akan tetapi, karena cara membungkus nasi jinggonya cukup menguras kesabaran pembeli maka namanya lebih terkenal dengan Nasi Jinggo Bu Sret Sret. Dengan harga Rp 10.000, dapatkan nasi dengan mi goreng, ayam suwir, sambal, orek tempe, dan sajian utamanya berupa daging babi kecap. Jika tidak mau mengantri lama-lama di Jalan Kerobokan No. 177x, Kuta Utara, nasi jinggo ini sudah tersedia di layanan ojek daring Go-Food.

Sudah siap overland trip ke Bali dan mencicipi berbagai hidangan lezat ini?

Tags : BaliBantulKedai ObonkkulinerNasi Campur KlentengNasi Campur Nyak NyongNasi Jinggo Bu ManikNasi Jinggo Bu Sret SretNasi Pecel & Gudangan Bu Lastri Khas Nganjukoverland tripProbolinggoRawon NgulingSate Klathak Pak BariSemarangTubanWarung Nasi Ayam Bu OkiWarung Nasi Campur - Ayam Betutu Bu MirahWarung Sate Menthok Bu YatiYogyakarta
teraskata

The author teraskata

Leave a Reply

2 Comments on "Kuliner Ini Wajib Dicicipi Saat Overland Trip Jawa-Bali"

Notify of
avatar
Sort by:   newest | oldest | most voted
Ristiyanto
Guest

Yang pernah saya coba ayam Betutu jarena banyak dijumpai di Bali.
Di Yogya, saya pernah nyicipin sate klathak Pak Pong.
Kalo brunch itu, sarapan yang kesiangan ya hahaha…