close
Ayam Goreng Sambal Smail

Murah dan enak adalah kombinasi kuliner yang paling dicari. Khususnya, untuk mahasiswa yang kebanyakan masih bergantung pada jatah uang jajan dari orang tua. Ayam Goreng Sambal Smail menjadi solusi untuk mahasiswa di Depok, khususnya kampus Universitas Gunadarma. Kombinasi ayam goreng, nasi, lalap, dan sambal goreng khasnya hanya dibanderol Rp 13.000. Murah banget kan?

Ayam Goreng Sambal Smail (selanjutnya disingkat AGSS) buka pertengahan bulan Ramadhan tahun 2016. Berawal dari ide menjual bahan makanan segar seperti ayam beku. Akan tetapi, derdasarkan pertimbangan lokasi yang ada di tengah area kos mahasiswa, tampaknya akan sulit jika menjual ayam beku. Oleh karena itu, Muhammad Ardi beserta kakak dan adiknya menetapkan niat usaha di bidang kuliner berupa ayam dan sambal goreng dengan resep khusus.

Ayam Goreng Sambal Smail

Nama Sambal Smail diambil dari nama sang kakak, Mahfud Ismail. Ismail juga yang meramu resep rahasia Sambal Smail yang menambah kenikmatan saat makan. Sambal Smail ini punya cita rasa terasi yang pas dengan tingkat pedas yang menggoyang lidah. Ayam gorengnya punya rasa gurih yang meresap sampai ke dalam daging.

Persiapan dari konsep hingga modifikasi halaman rumah menjadi lahan usaha memakan waktu sekitar dua bulan. Modal yang dikeluarkan kurang lebih 18 juta rupiah yang bersumber dari pinjaman saudara-saudara sampai rela menggadaikan motor kesayangan.

Masa-masa awal buka AGSS selalu menjadi tantangan yang berat dan terkadang membuat patah semangat. “Seharian buka hanya satu orang yang beli, itu pun sodara.” ujar Ardi.  Sampai bulan ketiga buka pembeli masih naik turun dan mulai stabil memasuki bulan keenam.

Ayam Goreng Sambal Smail, Depok

Pemasaran AGSS masih mengandalkan word of mouth atau dari mulut ke mulut. Keunggulan lokasi yang terletak di daerah ramai kos mahasiswa juga menjadi modal kuat. Harga yang murah dengan hidangan yang menggugah selera membuat usaha kuliner bertahan hingga kini.

AGSS tidak hanya menyediakan ayam goreng dan sambal Smail saja, tersedia sayur asam, soto ceker, soto ayam, tahu dan tempe, sampai mie instan favorit semua kalangan juga ada. Harga menu-menu tersebut berkisar Rp 1.000 – Rp 16.000 saja. Pokoknya ramah sama kantong mahasiswa.

Memasuki tahun kedua di 2018 ini, penjualan terbilang stabil dengan 80-100 porsi per hari. Omset per bulan mencapai 40-45 juta rupiah. Namun, akan turun hingga separuhnya jika mahasiswa sedang libur.

Bertahan di tengah persaingan ketat kuliner di Depok merupakan sebuah pencapaian yang patut diacungi jempol. Berbagai kendala berhasil dilewati oleh Ardi beserta kakak adiknya. Saat ditanya apa yang membuat AGSS bertahan sampai sekarang, alumnus jurusan Tata Niaga Universitas Negeri Jakarta ini menjawab ada beberapa hal yang menjadi fokus dalam mengembangkan usaha,

“Jangan menyerah pada takdir karena takdir rezeki itu bisa diubah; belajar dari kesalahan; rangkul customer dan belajar perilaku mereka; dan yang paling penting adalah mempertahankan rasa. Selain itu, setiap usaha, dari tahun ke tahun mesti ada perubahan, entah itu dr menu, atau tempat makan, walaupun cuma nambah kursi satu aja itu udah bagus.”

Muhammad Ardi

Sudah penasaran sama Ayam Goreng Sambal Smail? Langsung meluncur ke Jalan Komjen Pol M. Jasin, RT 02/09 No. 45 Kelapa Dua, Depok (di depan  Golden Stick) atau bisa pesan langsung via Go Food dengan keywords Sambal Smail. Atau jangan-jangan, penasaran juga sama yang jual?

Tags : ayam gorengAyam Goreng Sambal SmailDepokkulinersambal goreng
teraskata

The author teraskata

Leave a Reply

3 Comments on "Sambal Smail, Depok – Murah dan Dijamin Enak!"

avatar
  Subscribe  
newest oldest most voted
Notify of
Sintia Astarina
Guest

Ya ampuunn ngiler banget liatnya. Cocok banget nih buat yang suka sambal kayak aku.

Akarui Cha
Guest

Waaahhh kebetulan depan kampus nihhh.

Dita Indrihapsari
Guest

Waa, aku belom pernah nyoba. Padahal rumah di Depok juga. 😀 Next time kalo main ke Kelapa Dua, bisa jadi pilihan kuliner, nih.. Semoga lancar sukses terus usaha restonya..